![]() |
| H. Muhammad Zaeni (Jupel Makam Kasepuhan Ki Ageng Anggawana) |
Tegal, jakwarta.com – Makam Kasepuhan Ki Ageng Anggawana di Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, menjadi salah satu destinasi wisata religi yang sarat nilai sejarah dan budaya. Kawasan tersebut dikenal memiliki sejumlah situs bersejarah, di antaranya Makam Pangeran Purbaya, Makam Mbah Sokowelang, Makam Nyai Roro Giyanti Subalaksana, hingga Tuk Dandang (sumber mata air) dan Khalwat atau tempat berdoa Pangeran Purbaya.
Kompleks Makam Kasepuhan Ki Ageng Anggawana sendiri dikelilingi pagar batu bata beratapkan genteng dan juga menjadi area pemakaman umum bagi warga sekitar.
Juru Pelihara (Jupel) Makam Kasepuhan Ki Ageng Anggawana, H. Muhammad Zaeni, menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang selama ini peduli terhadap kebersihan dan perawatan kawasan makam.
“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada para Relawan Peduli Makam Kasepuhan Anggawana. Mereka sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan pemeliharaan area makam, baik di kompleks makam Mbah Anggawana maupun makam umum warga,” ujar Zaeni saat ditemui awak media, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, tradisi ziarah makam di kawasan tersebut hingga kini masih terus terjaga, khususnya pada malam Jumat Kliwon yang menjadi momentum sakral bagi masyarakat setempat.
“Di sini sudah menjadi tradisi. Setiap Kamis Wage menuju malam Jumat Kliwon, warga sangat antusias menziarahi makam keluarganya. Biasanya setelah Ashar hingga menjelang Maghrib para peziarah mulai ramai berdatangan. Bahkan sampai malam menjelang pagi, banyak peziarah yang datang ke makam Mbah Anggawana,” jelasnya.
Sejumlah peziarah juga mengaku merasakan perubahan besar terhadap kondisi area pemakaman yang kini lebih bersih dan tertata rapi berkat kepedulian para relawan.
“Kalau dulu saat mau ziarah kondisi makam cukup semrawut karena banyak ranting, daun jatuh, dan rumput liar. Sekarang sudah bersih dan rapi, jadi kami tidak perlu lagi membawa sapu sendiri,” ungkap Waslah dan Reyhan, warga yang tengah berziarah ke makam keluarganya.
Mereka menilai keberadaan relawan sangat membantu kenyamanan masyarakat yang datang berziarah, sekaligus menjaga kelestarian kawasan makam bersejarah tersebut.
Reporter: Supriyadi (Pray)



