Audiensi Mahasiswa Warnai Komitmen FEB UMJ pada Pendidikan Demokrasi Inklusif
Tangerang Selatan, 19 Januari 2026 — Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (FEB UMJ) menerima audiensi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa FEB UMJ terkait aspirasi keringanan pembayaran biaya kuliah bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi.
Audiensi yang digelar di Aula FEB UMJ tersebut berlangsung tertib dan dialogis. Mahasiswa dan pimpinan fakultas berdiskusi secara terbuka untuk mencari solusi yang memungkinkan tanpa mengabaikan ketentuan akademik yang berlaku.
Perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa audiensi dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial mahasiswa serta tanggung jawab moral BEM sebagai representasi mahasiswa di tingkat fakultas. Aspirasi disampaikan dengan pendekatan musyawarah dan berorientasi pada solusi.
Ketua BEM FEB UMJ, M. Nur Aflah Akbar, menyatakan bahwa mahasiswa hadir untuk menyuarakan kondisi riil yang dialami sebagian mahasiswa.
“Kami tidak datang untuk menciptakan kegaduhan. Kami ingin menyampaikan aspirasi teman-teman yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi agar tetap bisa melanjutkan studi,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Dekan FEB UMJ Dr. Nuraeni, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi atas sikap mahasiswa yang dinilai dewasa dan bertanggung jawab dalam menyampaikan tuntutan.
Menurutnya, dialog antara mahasiswa dan pimpinan fakultas merupakan bagian dari pembelajaran demokrasi di lingkungan kampus.
“Kampus adalah ruang dialog. Aspirasi mahasiswa kami terima sebagai masukan penting dalam merumuskan kebijakan yang tetap sesuai aturan, namun juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah langkah tindak lanjut, antara lain koordinasi antara mahasiswa dan ketua program studi terkait skema dispensasi atau komitmen pembayaran uang kuliah, serta konsultasi dan pencarian alternatif beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Pimpinan fakultas menyatakan terbuka terhadap komunikasi lanjutan dan berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan konstruktif dari mahasiswa.
Audiensi ini dinilai mencerminkan praktik demokrasi kampus yang sehat, di mana perbedaan pandangan disampaikan melalui dialog dan musyawarah. Sinergi antara mahasiswa dan pimpinan fakultas diharapkan dapat menjaga keberlangsungan proses akademik serta memperkuat kepercayaan di lingkungan FEB UMJ. []

