Camat Tambora Dukung Penguatan Harmoni Tanah Sereal–Krukut: “Kampung Kite yang Jaga, Kalo Bukan Kite Siapa Lagi”


Jakarta Barat, jakwarta.com — Pasca terjadinya tawuran yang melibatkan warga Kelurahan Tanah Sereal (Kecamatan Tambora) dan Kelurahan Krukut (Kecamatan Taman Sari), pemerintah wilayah bersama unsur Tiga Pilar menggelar rapat silaturahmi dan koordinasi lintas sektoral untuk meredam konflik dan mencegah bentrok susulan.

Kegiatan berlangsung di Graha Finelink Lantai 2, samping Kantor Kelurahan Krukut, Jl. Keutamaan Raya No. 53, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, dengan melibatkan unsur Tiga Pilar Kecamatan Tambora dan Tiga Pilar Kecamatan Taman Sari, tokoh masyarakat, LMK, RW, serta perwakilan warga dari kedua wilayah.

Namun dalam forum tersebut, perhatian warga tertuju pada sikap tegas sekaligus humanis Camat Tambora Pangestu Aji Swandanu, S.STP., M.AP., yang menekankan pentingnya pemulihan hubungan sosial dan menjaga kampung dari provokasi.

Camat Tambora: Harmoni Harus Kembali, Jangan Terpecah Belah

Dalam arahannya, Camat Tambora menegaskan bahwa konflik horizontal dapat menjadi pintu masuk perpecahan di masyarakat jika dibiarkan. Ia meminta warga Tanah Sereal dan Krukut kembali harmonis, serta tidak mengulang peristiwa yang mengganggu ketertiban umum.

“Saya harapkan Kelurahan Krukut dan Kelurahan Tanah Sereal kembali harmoni. Jangan sampai terpecah belah, dan jangan sampai kejadian seperti kemarin terjadi kembali. Kampung kite yang jaga, kalo bukan kite siapa lagi,” tegas Pangestu Aji Swandanu di hadapan peserta forum.

Menurutnya, keamanan wilayah tidak bisa hanya bergantung pada aparat. Semua elemen—RT/RW, tokoh masyarakat, pemuda, hingga orang tua—harus mengambil peran aktif menjaga anak-anak muda agar tidak terseret konflik.


Pangestu Ajak Semua Elemen Bergerak: Pengawasan Anak dan Perkuat Kegiatan Positif

Pangestu menekankan bahwa akar persoalan tawuran sering kali terkait jam rawan dini hari, budaya nongkrong tanpa arah, serta provokasi yang dipicu oleh pihak luar maupun media sosial.

Ia mendorong agar setelah mediasi, langkah nyata dilakukan: penguatan siskamling, pengawasan titik rawan, dan pembinaan pemuda melalui kegiatan positif.

Forum tersebut juga menguatkan langkah pencegahan, termasuk pelibatan lurah dan tokoh masyarakat dalam mendata anak-anak yang putus sekolah untuk diarahkan ke pelatihan dan aktivitas produktif.

Walikota Jakbar: Stop Hoaks, Data Anak Putus Sekolah

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Administrasi Jakarta Barat Ibu Iin Mutmainah, S.Sos. mengapresiasi terselenggaranya forum mediasi dan menegaskan perlunya warga cerdas dalam menerima informasi.

“Mari bersama-sama kita tingkatkan situasi kamtibmas di kampung kita. Kita harus pandai menerima informasi agar tidak termakan hoaks,” ujarnya.

Walikota juga meminta lurah mencatat anak-anak putus sekolah dan mendorong warga untuk mengikuti pelatihan kerja agar potensi konflik dapat ditekan.

Warga Usulkan Ta’lim Keliling dan Efek Jera untuk Pelaku Tawuran

Perwakilan warga Tanah Sereal, Ridwan, mengusulkan langkah sosial-keagamaan seperti ta’lim keliling bersama antar wilayah sebagai jembatan mempererat hubungan.

Sementara itu, LMK RW 07 Kelurahan Krukut Ade menyoroti pentingnya efek jera bagi pelaku tawuran dan mengingatkan bahwa mediasi harus berlanjut menjadi perubahan nyata, bukan hanya kegiatan seremonial.

RW Tanah Sereal Tegaskan Komitmen: Siap Serahkan Pelaku ke Polisi

Ketua RW 01 Kelurahan Tanah Sereal, Widodo, menegaskan bahwa wilayahnya memiliki mekanisme tegas terhadap pelaku tawuran melalui surat pernyataan.

“Kalau tertangkap kembali, langsung kami serahkan ke pihak berwajib,” tegasnya.

Penutup: Mediasi Jadi Momentum, Camat Tambora Dorong Kesadaran Kolektif

Rapat koordinasi lintas sektoral ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan ketenangan serta memperkuat solidaritas warga Tanah Sereal–Krukut. Camat Tambora Pangestu Aji Swandanu menegaskan bahwa keamanan tidak akan tercapai hanya lewat patroli atau penindakan, melainkan lewat kesadaran kolektif warga menjaga kampungnya sendiri.

Pesan Pangestu jelas: jangan beri ruang bagi provokasi, jangan biarkan anak-anak muda kehilangan arah, dan jangan pernah membiarkan kampung kita dikuasai kekerasan.

(Pray)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Live Tv