Jakarta Barat, jakwarta.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jangkar resmi diluncurkan melalui kegiatan bertema "Mengabdi untuk Keadilan" yang digelar pada Minggu (19/7/2026) di Kantor LBH Jangkar, Jalan Pengukiran IV RT 02/RW 02, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Peluncuran LBH Jangkar menjadi momentum penting dalam memperkuat akses masyarakat terhadap layanan bantuan hukum yang profesional, adil, dan mudah dijangkau. Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi profesi, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen kemasyarakatan.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Abdul Azis Muslim, perwakilan Kementerian Hukum Suwandi, Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Administrasi Jakarta Barat Holi Susanto, Camat Tambora, Kapolsek Tambora, Danramil Tambora, Ketua DPP LBH Jangkar Andri Maulana, SH., MH., Sekretaris Jenderal DPP LBH Jangkar Lala Komalawati, SH., Dewan Pembina Persadin DPW DKI Jakarta Awi, Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Kun Wardhana, Lurah Pekojan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Ormas FBR, serta para undangan dari berbagai unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Aspem Kota Administrasi Jakarta Barat Holi Susanto menyampaikan bahwa kehadiran LBH Jangkar merupakan peluang besar bagi masyarakat untuk memperoleh pendampingan hukum secara lebih mudah dan berkualitas.
"Ini merupakan kesempatan emas, khususnya bagi masyarakat Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, DKI Jakarta, hingga masyarakat Indonesia pada umumnya. Jika memiliki persoalan hukum, manfaatkanlah keberadaan LBH Jangkar. Semoga lembaga ini konsisten menjalankan pengabdian dan terus memperjuangkan keadilan bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum IPJI Kun Wardhana mengajak masyarakat agar semakin bijak menghadapi perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurutnya, AI membawa manfaat besar dalam meningkatkan efisiensi pekerjaan, namun juga memiliki risiko apabila digunakan secara tidak bertanggung jawab, termasuk meningkatnya modus penipuan digital.
Ia kemudian mengaitkan filosofi nama "Jangkar" sebagai simbol keteguhan dalam menghadapi tantangan.
"Jangkar menjaga kapal tetap kokoh saat diterpa ombak dan badai. Begitu pula LBH Jangkar, semoga menjadi kekuatan yang mampu menopang masyarakat ketika menghadapi persoalan hukum serta hadir memberikan kepastian dan rasa keadilan," katanya.
Prosesi peresmian dilakukan oleh perwakilan Kementerian Hukum yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas berdirinya LBH Jangkar. Ketua DPP LBH Jangkar bersama jajaran menyerahkan potongan tumpeng kepada para pemangku kepentingan sebagai simbol sinergi dan kolaborasi dalam membangun pelayanan hukum yang berpihak kepada masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh keakraban. Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah bersama seluruh tamu undangan.
Mengusung semangat "Mengabdi untuk Keadilan", LBH Jangkar diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan hukum, edukasi, dan advokasi kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi. Kehadirannya diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat pencari keadilan dengan penegakan hukum yang berintegritas, profesional, dan berkeadilan. (Yansen)


