Jakarta Barat, jakwarta.com – Pemerintah Kelurahan Jembatan Besi bersama unsur Tiga Pilar kembali menggelar Apel Cipta Kondisi (Cipkon) tingkat kelurahan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti tawuran, balap liar, dan tindak kriminalitas jalanan.
Kegiatan berlangsung di Posko Citra Bhayangkara, Jalan Prof. Dr. Latumenten RT 001 RW 001, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (30/5/2026) malam.
Apel dipimpin langsung oleh Lurah Jembatan Besi, Achmad Subhan, dan diikuti oleh unsur Tiga Pilar, Ketua RW 001 beserta jajaran pengurus, para Ketua RT, PKK, Dasawisma, LMK, FKDM, PPSU, serta elemen masyarakat lainnya.
Dalam arahannya, Lurah Jembatan Besi menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan serta meminimalisir berbagai potensi kerawanan sosial dan kejahatan jalanan yang dapat mengganggu ketertiban wilayah.
Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang membahas berbagai persoalan aktual di lingkungan masyarakat, termasuk isu keamanan dan kebersihan lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, H. Entol Hasanuddin, S.Sos., selaku Ketua RW 001 Kelurahan Jembatan Besi, memberikan klarifikasi terkait informasi yang sempat beredar di media sosial mengenai dugaan aksi begal di sekitar kawasan Season City, Jalan Prof. Dr. Latumenten.
"Sekali lagi saya atas nama pribadi dan pengurus mengetahui secara langsung kejadian yang belakangan ini beredar terkait begal. Itu bukan begal. Yang terjadi adalah kecelakaan tunggal di bawah flyover penyeberangan orang. Kejadian tersebut murni kecelakaan lalu lintas, bukan tindak pembegalan," tegas H. Entol Hasanuddin.
Selain membahas isu keamanan, warga juga menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait pengelolaan sampah di lingkungan serta pentingnya pemilahan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan wilayah.
Melalui kegiatan Apel Cipkon dan dialog bersama masyarakat ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga sehingga berbagai persoalan yang muncul di lingkungan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
Hingga kegiatan berakhir, situasi berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif serta mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir.
Reporter: Supriyadi (Pray)


