Jakarta, 2 Juni 2026 — Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta dan Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur, Relawan, serta Potensi Masyarakat Lainnya dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana" pada Senin (2/6), pukul 09.00–12.20 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur organisasi perempuan Islam di DKI Jakarta, pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah, serta Bundo-Bundo Ikatan Keluarga Minang (IKM) DKI Jakarta. Acara dipandu oleh Ibu Elly Indrawati, S.Pd. dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 155–156 serta Surah Ali Imran ayat 200 oleh Ibu Dra. Hj. Asnelly Burhanuddin. Selanjutnya peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Martineli sebagai dirigen.
Kolaborasi Masyarakat Menjadi Kunci Penanggulangan Bencana
Ketua LLHPB PWA DKI Jakarta, Ibu Dra. Ferawati, M.Pd., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa upaya penanggulangan bencana memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
"Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Pengalaman menunjukkan bahwa keberhasilan penanganan bencana sangat ditentukan oleh keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Aparatur yang memiliki kompetensi, relawan yang terlatih, serta masyarakat yang memahami langkah-langkah penyelamatan diri akan menjadi modal sosial yang sangat berharga saat bencana terjadi," ujar Ferawati.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DKI Jakarta, Bapak Agus Salim, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang hadir. Ia menilai kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini perlu terus dilakukan karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sambutan juga disampaikan oleh Bapak Chaerul Rahman yang mewakili Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta dari Sub Kelompok Pemberdayaan Masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun budaya sadar bencana melalui edukasi yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Bu Ferawati Bekali Peserta Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa Bumi
Sebelum sesi materi dimulai, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai kebencanaan.
Pada sesi pertama, Ibu Dra. Ferawati, M.Pd., M.Si. menyampaikan materi tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa Bumi di Provinsi DKI Jakarta. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa Jakarta memiliki potensi terdampak gempa bumi yang bersumber dari beberapa sesar aktif dan zona subduksi di sekitar Pulau Jawa. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami langkah-langkah mitigasi dan penyelamatan diri secara tepat.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan potensi ancaman gempa bumi, pentingnya tas siaga bencana, penyusunan rencana evakuasi keluarga, hingga penerapan prinsip Drop, Cover, and Hold On sebagai langkah penyelamatan saat terjadi gempa. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai evakuasi yang aman, perlindungan kelompok rentan, serta pentingnya memperoleh informasi dari sumber resmi seperti BMKG, BNPB, dan BPBD.
Pembelajaran Interaktif Melalui Permainan Edukatif
Untuk memastikan materi dapat dipahami dengan baik, Ibu Ferawati mengajak peserta mengikuti permainan edukatif yang berkaitan dengan materi kesiapsiagaan gempa bumi. Melalui metode yang interaktif dan menyenangkan tersebut, peserta diajak mengingat kembali informasi penting yang telah dipelajari.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi berlangsung. Beberapa peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan pengetahuan kebencanaan.
PMI Perkuat Pemahaman Bantuan Hidup Dasar
Sesi berikutnya disampaikan oleh Ibu Rabiatul Adawiyah atau yang akrab disapa Bu Obi, selaku perwakilan PMI. Dalam pemaparannya, Bu Obi menjelaskan pentingnya Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan pertolongan pertama pada korban bencana.
Materi tersebut memberikan pemahaman praktis mengenai langkah-langkah awal yang harus dilakukan masyarakat ketika menemukan korban yang membutuhkan pertolongan sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. Bekal keterampilan dasar ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Membangun Masyarakat yang Tangguh dan Siap Bencana
Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta kembali mengerjakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi ini menjadi salah satu indikator keberhasilan program pembinaan dan peningkatan kapasitas yang dilaksanakan oleh LLHPB PWA DKI Jakarta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, makan siang, dan salat Zuhur berjamaah. Melalui kegiatan ini, LLHPB PWA DKI Jakarta berharap lahir semakin banyak relawan dan masyarakat yang memiliki kesadaran, pengetahuan, serta keterampilan dalam menghadapi berbagai risiko bencana. Kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan lembaga kemanusiaan diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Jakarta yang tangguh dan siap menghadapi bencana.


